Pembuatan Video Klip "Lagi Syantik"

           Sabtu,8 September 2018. Hari itu adalah hari yang mungkin bisa di bilang asik dan tidak asik bagi saya. Untuk mengerjakan tugas sekolah membuat Video Klip yang lagunya berjudul "Lagi Syantik" dari Siti Badriah, saya dan teman-teman pergi Ke Pantai Wates Rembang. Kebetulan aktris atau talent utamanya adalah saya sendiri. Waktu itu kita kumpul di sekolah jam 8 pagi. Jam 9 kita berangkat menuju lokasi. Panas bangeeeeet!!!! itu kata kata yang terus saya ucapkan sepanjang perjalanan dengan mengendarai sepeda montor.Seperti berdzikir hehe.. Maklum saya adalah gadis desa, anak rumahan yang tidak pernah menghirup udara panas kota. Hmm.. di sepanjang perjalanan saya menoleh ke kanan ke kiri melihat ada banyak mobil besar yang melaju dijalan yang bukan jarang tapi memang tidak pernah saya lihat di jalan rumah saya. Saya juga melihat hamparan tambak garam yang selama ini saya makan.
         Setelah kurang lebih 45 menit akhirnya sampai. Di lokasi kita membayar tiket cuma Rp.3000,00. Ya untuk menikmati objek wisata harga iiket itu lebih murah daripada harga bedak saya. Malangnya di jalan saya terpisah dengan teman-teman saya. Jadi saya harus menunggu lumayan lama. Sambil menunggu saya melihat pasir putih pantai yang berkilau , air dan ombak yang berdebur, dan aroma air laut yang menusuk hidung saya. Hehe kebetulan saat itu banyak kapal yang berlabuh. Udara panas di pantai tidak terlalu mengganggu saya karna angin yang mengibas-ngibaskan  rambut saya. Eits padahal saya pake jilbab.wkwk. Tidak lama teman-teman saya sampai . Kita kumpul dulu dan saya kaget ketika mendengar shoot dimulai jam setengah 3. " Bedak saya udah luntur dong" pikir saya . kenapa shooting jam setengah 3 , karena kita nunggu matahari agak redup supaya di kamera tidak over maksudnya.
          Sambil nunggu temen-temen pada foto , aku nyiapin make up dan baju , kemudian sholat terus makan . Sambil bercanda tawa kita makan seadanya dibawah pohon pinus dan duduk di tikar. Akhirnya jarum pendek berada diantara angka 2 dan angka 3 ,jarum panjang berada di angka 6. Aku berdiri membawa tas dan alat make up menuju kamar mandi sedangkan kameramen set lokasi. Saya cuci muka, dan bedakan mencoba seperti artis-artis pada umumnya.Menyisir rambut dan memakai topi pantai agar tidak kepanasan. Setelah itu kita mulai shoot .
         Saat Kita mulai shoot jam kurang lebih jam 3. Tanpa sengaja kita bertemu bapak ibu guru . Setelah itu kita shoot pindah pindah tempat .  Saat itu saya tanya kepada salah satu kameramen : " Man, kita shoot di satu tempat dari lyric pertama sampai terakhir atau gimana ?" tanya saya dalam bahasa indonesia.Lalu Man menjawab" Yo ogak a.. " jawabnya. Oke disitu saya langsung mulai shoot di ayunan . Saya ingin dua kamera yang satu record dan yang satu mengambil gambar close up atau sebagai kamera yang saya ajak ngomong. Dan kameramen yang satunya tidak setuju.Ia ingin mengambil gambar sama di dua kamera . Tapi saya tetap memaksa agar mendapat gambar yang bagus.
        Mungkin bagi teman saya , saya egois tapi maksud saya ingin mendapat gambar yang ekspresif agar penonton tidak jenuh . Oke disitu saya agak sedikit kesal karna saat pergantian tempat crewnya sedikit lambat. Kita bertemu kakak kelas kita , lalu kakak kelas menyarankan agar kita mengambil gambar dari lyric pertama sampai terakhir. Saya sudah mengi-iyakan . Saya dan produser saya juga sudah mengajak anak-anak untuk nanti shoot bersama. Tapi kamera terus minta take ulang dan take ulang sampai akhirnya anak-anak itu kabur karna tidak sabar menunggu. Lalu kita lanjut ke adegan selanjutnya. Adegan lari di pinggir pantaipun saya di suruh take ulang take ulang lari bolak balik .             Dan akhirnya nggak terasa udah mulai gelap.Akhirnya waktu nunggu sunset tiba. Saat kita mau mengambil matahari terbenam kita foto-foto dulu sama bapak-ibu guru sampai akhirnya kita kehilangan sunset. Disitu saya agak kecewa tapi tidak apa-apa lah. Akhirnya kita pulang. Sampai rumah masih keadaan capek sang editor marah gara-gara gambar yang diambil sedikit daripada foto-fotonya. Saya disalahkan oleh kameramen karna terlalu ngatur dan yang lain juga menyalahkan saya.         Padahal saat itu belum ada sutradara yang mengatur. Dan Editor dilapangan juga diam saja tidak mau menegur kalo salah. Tapi saya tiba-tiba disalahkan. Mungkin karna saya memang salah sebagai ketua. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak mengatur-atur lagi dan editor bertugas sebagai sutradara di pengambilan video selanjutnya.Dan tunggu pengambilan gambar selanjutnya. Apakah jauh lebih baik atau buruk . Tapi satu hal yang harus diketahui , dalam kelompok da ketua tapi kalo anggota tidak sejalan dengan ketua atau tidak mau diatur maka Pengambilan video klip akan FAILED . Dan sudah dibuktikan di pengambilan shoot berikutnya.






Komentar